Soal Essay Pendidikan Anti Korupsi dan Jawaban

Diposting pada

Soal No. 1

Kalau Anda mendapati sebuah tindakan korupsi di wilayah tempat tinggal Anda, apa yang Anda Lakukan?

Jawab :

Pelaporan tindak pidana korupsi dapat dilakukan kepada:
1. Kepolisian;
2. Kejaksaan; atau Komisi Pemberantasan Korupsi

Soal No. 2

Amat, Kepala Dinas Kebersihan, menyewakan mobil dinas truk pengangkut sampah kepada Riki, seorang kontraktor proyek Tempat Pembuangan sampah Akhir, dan menerima uang dari hasil sewaan tersebut untuk menjamu tamu yang datang. Apakah Amat melakukan Korupsi? Apa yang Anda lakukan jika mengetahui hal ini?

Jawaban :

Ya, tindakan Amat merupakan tindakan korupsi. Dengan menyewakan mobil dinas truk pengangkut sampah tidak sesuai dengan peruntukkannya dan menikmati uang dari hasil penyewaan tersebut, Amat telah memperkaya diri orang/badan lain yang merugikan keuangan negara.
Tindakan ini dapat dilaporkan ke Kepolisian, Kejaksaan, maupun KPK (Pasal 2 UU No. 31 Tahun 1999)

Soal No. 3

Melalui kepala desa, pemerintah memberikan bantuan beras (Raskin) pada 3 dusun yang telah ditentukan di desa tersebut.
Tetapi pada saat bantuan beras datang, Pak Kades tidak menyalurkannya pada 3 dusun tersebut, tetapi memberikannya pada dusun lain tempat tinggal sanak keluarganya. Apakah Kepala Desa melakukan Korupsi? Apa tindakan Anda?

Jawaban :
Ya, tindakan Kepala Desa merupakan tindakan korupsi. Kepala Desa seharusnya memberikan bantuan beras (Raskin) pada 3 dusun sesuai dengan yang telah ditentukan oleh pemerintah, tetapi disini Kepala Desa malah memberikan pada dusun lain tempat tinggal sanak keluarganya. Dalam hal ini Kepala Desa menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara.
(Pasal 3 UU No. 31 Tahun 1999)

Soal No. 4

Suami ibu X seorang Pegawai Negeri sering sekali mengirimkan uang ke rekening tabungannya, dalam jumlah besar yang ia tahu bukan gaji suaminya. Sang suami mengatakan bahwa uang itu hasil usaha sampingan menjadi broker rumah, namun ibu X sendiri tidak pernah melihat suaminya menawarkan properti kepada pembeli. Suami ibu X mendorong ibu X membelanjakannya
barang-barang mewah yang sudah sejak lama ia inginkan. Ibu X senang, tapi juga takut perbuatannya termasuk pencucian uang. Apakah perbuatan Ibu X dan suaminya termasuk Tindak
Pidana Pencucian Uang?

Jawaban :

Seorang istri seharusnya menanyakan
asal usul uang atau barang yang
diberikan kepadanya, terlebih
lagi bila nilainya melampaui batas
kewajiban penghasilan suaminya.
Bila suami tidak mampu menjelaskan
maka bisa dikatakan tindakan ibu
X dan suaminya termasuk Tindak
Pidana Pencucian Uang. Pencucian
uang adalah kegiatan menyamarkan
asal-usul harta yang diduga berasal
dari hasil tindak pidana melalui
kegiatan yang sah atau legal agar
menghasilkan harta yang sah.
(Pasal 1 angka 1 UU No. 8 Tahun
2010)

Soal No. 5

Dalam agama, kita selalu diajarkan untuk berbuat baik dan bersyukur. Beberapa bentuknya adalah memberikan bingkisan pada guru/atasan/ bawahan, memberikan uang tambahan pada petugas administrasi di kelurahan/ kepolisian/kecamatan dsb. Sepanjang pemberian tersebut ikhlas, seharusnya tidak dapat dikatakan sebagai gratifikasi/suap. Setujukah Anda dengan pandangan ini? Mengapa?

Jawaban :

Tidak setuju. Menerima gratifikasi
tidak diperbolehkan karena akan
mempengaruhi setiap keputusan
yang dikeluarkan oleh pejabat yang
mendapatkannya sehingga hanya
akan menguntungkan orang yang
memberikannya dan melanggar
hak orang lain. Selain itu juga akan
menyebabkan seorang pejabat
melakukan sesuatu yang melampaui
kewenangannya atau tidak
melakukan sesuatu yang merupakan
tugas utamanya dalam melayani
masyarakat.

Soal No. 6

Apakah pemberian jasa dalam bisnis seperti marketing fee termasuk korupsi?

Jawaban :

Dalam ukuran umum, korupsi adalah
semua tindakan tidak jujur dengan
memanfaatkan jabatan atau kuasa
yang dimiliki untuk mendapatkan
keuntungan bagi pribadi atau orang
lain. Berbagai macam tindakan
korupsi dalam peraturan adalah:

  • melawan hukum, memperkaya diri, orang/badan lain, yang merugikan keuangan/ perekonomian negara
  • menyalahgunakan kewenangan karena jabatan/kedudukan yang dapat merugikan keuangan; kedudukan yang dapat merugikan keuangan/perekonomian negara
  • penyuapan
  • penggelapan dalam jabatan
  • pemerasan dalam jabatan
  • berkaitan dengan pemborongan
  • gratifikasi

Soal No. 7

Apakah korupsi selalu terkait uang? Bagaimana dengan korupsi waktu, penggunaan fasilitas untuk kepentingan pribadi, dll?

Jawaban :

Korupsi tidak selalu terkait dengan uang.
Korupsi berupa pemberian suap dan
gratifikasi juga dapat terjadi dalam
bentuk pemberian barang seperti:
mobil, perangkat elektronik. (Pasal 5
(1) huruf a dan 13 UU Tindak Pidana
Korupsi)
Bahkan, berjanji memberikan
sesuatu pun termasuk korupsi (Pasal
5 (1) huruf a UU Tindak Pidana
Korupsi)
Selain itu, penggunaan fasilitas
dan jabatannya untuk kepentingan
pribadi juga termasuk korupsi.

Soal No. 8

Saya menerima kaos kampanye dan uang dari salah satu peserta pemilihan Kepala Desa. Apakah saya dapat dikatakan sebagai penerima suap? Padahal saya tidak meminta.

jawaban :
Penerima uang, meski tanpa
meminta, dapat dikategorikan
sebagai korupsi. Tindakan ini
termasuk dalam korupsi politik,
dimana pemilih disuap sejumlah
uang untuk memilih calon tertentu.
*(namun tindakan ini tidak ada dasar
hukum yang kuat karena:
1. Yang menerima suap bukanlah
penyelenggara negara;
2. Apakah larangan pemberian
suap pada pemilihan kepala
Desa diatur oleh UU (Pilkada)?
Mengingat Pilkada hanya
melingkupi pemilihan Gubernur
dan Bupati/Walikota.

Soal No 9

Apakah korupsi hanya dilakukan oleh Pegawai Negeri atau Pejabat Negara saja?

jawaban :

Tidak hanya pegawai negeri atau
pejabat negara saja, korupsi dapat
dilakukan oleh setiap orang.
(Pasal 2, 5 (1), dan 6 (1)UU Tindak
Pidana Korupsi)

Soal No. 10

Kemana saja Anda dapat melaporkan tindakan korupsi?

Jawaban :

Pelaporan tindak pidana korupsi dapat dilakukan kepada:
1. Kepolisian;
2. Kejaksaan; atau
3. Komisi Pemberantasan Korupsi

Soal No. 11

Apakah benar perilaku anak menyontek, membolos sekolah merupakan bibit perilaku korupsi? Bagaimana penjelasannya? Apa yang dikorupsi?

Jawaban :
Benar. Perilaku menyontek dan membolos itu bibit korupsi, karena keduanya adalah perilaku tidak jujur dan curang. Perliku tidak jujur dan curang merupakan ciri-ciri dari korupsi.
Mencontek sama dengan mengorupsi ilmu, sedangkan membolos mengorupsi waktu pembelajaran dan kepercayaan orang tua.

Soal No. 12

Suami saya Pejabat di Dinas Kesehatan. Anak saya sering menerima hadiah mainan mahal dari rekanan suami saya supplier obat. Rekanan tersebut datang ke rumah dan memberikan mainan kepada anak saya yang menerimanya dengan senang hati. Saya dan suami tidak bisa berbuat apa-apa, karena anak saya sangat bahagia. Apakah suami, saya dan anak melakukan korupsi/menerima suap? Apakah kami dapat dihukum?

jawaban :
Supplier obat diduga memberikan hadiah tersebut karena jabatan suami Ibu sebagai Pejabat di Dinas Kesehatan, sehingga hadiah itu adalah gratifikasi yang berpotensi besar menjadi korupsi/tindak pidana penyuapan karena hadiah diberikan terkait dengan jabatan.
(Pasal 12 B dan 13 UU Tindak Pidana Korupsi)
Gratifikasi atau pemberian hadiah tersebut harus dilaporkan kepada KPK paling lambat 30 hari setelah menerimanya.
(Pasal 16 UU Tindak Pidana Korupsi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *